Fanfic

 Gambar

CONVENIENT LOVE

Title  : Convenient Love Part 1

Author: @kimharra

Cast   :

Choi Raemi

Park Jung Soo (Leeteuk) Super Junior

Han Eun Hee

Other Cast:

Kim Harra

Shin Yoon Hye

Park In Young (Leeteuk’s Sister)

Ini adalah ff ga penting aku yang kesekian. Ga tahu nasibnya bakalan sama apa ga sama ff aku yang laennya yang ga pernah aku beresin. . -J, aku ga bakat nulis soalnya, jadi banyak ff nista yang terbengkalai dan nyampah di lepi aku. Hehehe,, Cerita disini cuma imajinasi aku yang ga jelas dan terinspirasi gitu aja. Entah dari fanfic laen kayak fanfic (“I Have a money, So What karyanya ninanino #kalogasalah, aku ga nemu blog kamu soalnya dulu aku bacanya di ffindo.wordpress.com jadi ga sempet bilang sama kamu.. L), novel, atau mungkin sinetron indo. . . [?]. aku juga ga tau ini ff mungkin ada yang sama atua ga, aku juga ga akan klaim kalo ini ff 100% dari otak aku karena kayak yang aku bilang tadi, inspirasinya dari mana-mana…

Rae Mi POV

“Eonnie, hari ini ada rapat dengan kolega dari majalah style jam 4 sore ini. Aku harap kau tidak lupa bahwa ini adalah rapat penting. .” Yoon Hye mengingatkanku tentang rapat hari ini.

Yoon Hye adalah sekertaris pribadiku, usianya lebih muda 2 tahun. Aku sudah menganggapnya adik, aku menyayanginya, begitupun dia yang begitu peduli padaku apa lagi setelah kepergian ibuku beberapa tahun lalu. Sebenarnya hidupku sempurna sekali, berasal dari keluarga yang kaya raya dengan sekian banyak perusaannya dan lingkungan yang begitu peduli padaku. Namaku Choi Rae Mi 25 tahun, direktur utama dari sebuah perusahaah fashion dan pemilik dari departemen store yang cukup terkenal di korea,  anak tunggal dari pemilik C.J corp. Ayahku begitu hobi berinvestasi, beberapa merk Handphone terkenal adalah salah satu cabang perusahaan ayahku. Mungkin kau mengira aku adalah gadis sombong yang menyebalkan, kau benar. Aku memang bangga terhadap diriku an keluargaku. Tapi dari semua kesempurnaan yang kumiliki, ada hal yang tak bisa ku jangkau, Cinta.

“Yoon Hye ya~ kau sudah mengingatkanku berkali-kali, masih ada 30 menit kagi. Siapkan saja berkas-berkasnya, , aku ingin melihat pacarku dulu sebentar. Arraseo . .~” . Aku tetap sibuk dengan I-pad ku, hari ini ada perilisan 6jib super junior dari sejak tadi pagi aku belum sempat melihatnya. Biasanya aku selalu mendapatkan CD-nya sebelum album dirilis, aku tidak sempat  menyuruh Yoon Hye untuk mengambilnya di SM-ent langsung. Jika kau bilang aku ELF, aku tidak yakin karena dari sekian banyak member super junior, aku hanya tahu Siwon yang adalah sepupuku dan satu lagi, angel without wing~ Park Jung Soo. Ya.. dia adalah leader super junior, Leeteuk. Perasaan kagum dari kecil, suka, kemudian berkembang jadi tergila-gila. Aku mencintainya, mencintai Leeteuk dengan senyum malaikatnya, dengan pesona leadernya. Saat dia megikuti We Got Married, kau tahu bagaimana perasaanku, hancur, kecewa, andai saja aku ada di posisi Kang Sora~ (aku benci mengingat bahwa wanita ini yang punya kesempatan mendekati malaikatku. Berusaha mengagalkannya? Sudah kulakukan, bahkan dengan menurunkan harga diriku memohon di depan Appa-ku, sia-sia. Appa adalah orang dengan harga diri yang tinggi. Meminta kepada pihak SM mengagalkan WGM, sama saja tindakan bodoh. Itu hanya Reality Show, bukan kehidupan pribadinya, jadi aku harus bersikap dewasa~itu yang apa katakan padaku.

“Hari ini tuan presdir Choi sedang di kantor, dia baru pulang dari Brazil. Kau sudah menemuinya?” tanya Yoon Hye ketika kami sedang menuju ke ruang rapat. Bangunan C.J corp memang terdiri dari beberapa gedung, karyawannya di bagi sesuai dengan bidang masing-masing. Ruanganku berada di gedung fashion dengan fasilitas lengkap terhubung dengan ruangan yang bisa disebut sebagai apartemen. Sementara ruangan ayahnya berada di gedung properti. Untuk bagian-bagian lain ada beberapa kepercayaan ayahnya yang mengelola.

“Kau tau hari ini aku sibuk sekali Hye~ya,,, jadi aku belum sempat bertemu dengannya. Tunggu…. kenapa Appa tidak ke ruanganku dulu?” tanyaku.

“Molla. . .  untuk itu aku tidak tahu. Coba kau hubungi saja ayahmu”

Tidak seperti biasanya appa pulang mendadak, setahuku dia akan pulang seminggu lagi. Akan kucoba menghubunginya, dia sudah berjanji ntuk membelikanku oleh-oleh dari sana, awas saja kalau appa sampai lupa.

“Yeoboseo, , ,” suara appa dari sebrang sana.

“Yaaa~ kenapa appa tidak memberitahuku kalau pulang hari ini? Huuh… menyebalkan!”

“Maafkan appa Raemi ya~, tadi pagi Tuan Park Jung Won menghubungi appa. Ada hal penting yang harus kami bicarakan. Oya, , , untuk oleh-oleh yang kau minta, appa belum sempat membelikannya, tapi jangan khawatir, appa sudah menyuruh sekertaris jang untuk memesan barangnya dan sepertinya besok juga sudah sampai disini. Jadi, , , anak appa mau memaafkan appa kan?? “ ujar appa panjang lebar. Tapi,,, tunggu tuan Park Jung Won? Bukankah itu ayahnya Leeteuk??

“Tuan Park Jung Won?? Park Ahjusi?? Ayah Jung Soo oppa??” tanyaku.

“Ne, Raemi ya~ kau masih ingat? Dia ayah Jungsoo, teman masa kecilmu sewaktu masih tinggal di Yeonshinae. Ternyata kamu masih mengingatnya, appa kira kamu sudah lupa. Hhmm.. “ appa mengambil nafas sebentar.

“Sepertinya tuan Park sedang ada masalah dengan perusahaannya.” Lanjutnya.
~Masalah ekonomi? Uang? Apa Park aboji sedang membutuhkan dana untuk menyelamatkan perusahaannya? Dan meminta bantuan appa?~ Bingo, , , Tuhan, semoga ini adalah jalan agar aku bisa lebih dekat dengan Leeteuk oppa.

“Masalah ekonomi?” tanyaku ragu.

“Sepertinya begitu. Baiklah Raemi, Tuan Park sudah datang, nanti appa akan menghubungimu lagi!”

“Hmm.. Appa, aku ingin kekantormu sekarang… aku tidak sabar ingin bertemu denganmu..” dustaku. Tentu saja aku ingin mengetahui masalah Park Ahjusi, meskipun 30% aku memang merindukan appa. Jika memang masalah ekonomi, ini adalah kesempatan besar agar aku bisa dekat dengan Jung Soo oppa.

“Yoon Hye ya, , tentang cerita fanfic yang pernah kau ceritakan. Han Kihyun yang memaksa Eunhyuk untuk menikahinya gara-gara eunhyuk membutuhkan uang untuk membantu kekasihnya membangun sekolah musik.. eumm.. kau masih ingat?“ tanyaku pada Yoon Hye yang sedang sibuk dengan draft jadwal-jadwalku.
“Nde, kenapa? Eonnie ingin memaksa Leeteuk oppa untuk menikahimu gara-gara dia sedang butuh uang? Atau kau memaksa ayahnya untuk menikahkan Leeteuk oppa gara-gara perusahaan ayahnya sedang diambang kehancuran dan membutuhkan biaya dari ayahmu? Itu konyol sekali. .” jawab Yoon Hye tanpa mengalihkan perhatian dari laptopnya.

“Aigoo… kau pintar sekali menebak apa yang kurasakan, , ,  Rapat hari ini tolong di handle, aku akan mememui appa. Arraseo!!!” aku langsung bergegas menuju ruangan appa.

“YAA… Eonnie. . . . Apa yang akan kau lakukan!!!!!!!!!!” teriak Yoon Hye. Pasti gadis itu sekarang sedang berpikir aku gila. Yaa.. Aku memang gila karena begitu mencintai pria itu, egois memang. Tapi aku tidak peduli bahkan aku tidak peduli pria yang kucintai sudah memiliki kekasih yang dipacarinya selama tiga tahun. Sekali lagi aku memang egois, persetan dengan perasaannya, perseten dengan perasaan kekasihnya, asal aku bisa bersamanya. Bagiku cinta memang egois.

 

Leeteuk POV

Hanya menemaninya melakukan pemotretan ditengah jadwalku yang sangat padat bagai sebuah oase di gurun pasir, sejuk dan menenangkan, untung saja hari ini kami sedang tidak ada jadwal. Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam dorm, kenapa sepi sekali?

“Wookie~ah… kau kah yang sedang memasak?” aku menuju dapur karena tercium wangi sedap dari arah sana, siapa lagi yang bisa memasak dengan aroma sesedap ini? Tidak mungkin kyuhyun, karena saat ini magnae malas itu sedang asik bercinta dengan PSPnya, teriakannya membuat telingaku sakit. . Huuh.

“Ah~ Hyung. . . . kau sudah pulang? Tadi Eun Hee meneleponku untuk membuatkanmu makanan. Dia bilang hyung pasti lelah karena setelah syuting WGM kau harus menemaninya pemotretan” jelas Ryewook sambil membawa Chicken Pasta yang sudah selesai dibuatnya ke meja makan, aku mengikutinya dari belakang.

“Oh. . . dia selalu seperti itu, terlalu mengkhawatirkanku. Gomawo wookie~ah. . . “ aku duduk dimeja makan lalu mengambil piring dan meletakan beberapa helaian pasta kedalamnya. Ryewook menganggukan kepalanya karena kini mulutnya tengah sibuk mengunyah pasta buatnnya, dia di sebrangku.

“Wahh.. Mashita. . . sisanya untukku saja ya Wookie~ah, , aku lapar sekali” aku menarik piring besar yang berisi pasta di depanku.

“Aku sih ga masalah hyung, tapi sepertinya ada seseorang yang akan mengamuk kalau Hyung menghabiskannya.

Belum sempat aku membalas omongan eternal magnae ini, magnae sebenarnya sudah datang dan mengambil piring pastanya.

“YAAA.. Hyung, enak saja. Eun Hee juga menyuruh Ryewook Hyung membuatkannya untuku, sebagai calon adik iparnya.”

“Cho Kyuhyun. . .” aku menjitak kepalanya dengan sumpit.” “Cihh.. rakus sekali kau Cho Kyuhyun. Asal kau tahu, sebenarnya dia juga tidak mau memiliki adik ipar dengan hati iblis sepertimu. . “

“Appo Hyung. . ,” dia meringis sambil mengelus kepala setannya yang sakit.

Aku dan Ryewook hanya bisa terkikik melihat magnae super junior yang satu itu,

-Sexy, Free and Single i je jun bi neun wallyo- dering handphone-ku terdengar.

“Yeoboseo, . . jadi Aboji dan eomonim sedang ada di Korea? hal penting? Apa? . . . Baiklah Eomonim, nanti malam aku akan pulang. Mungkin sekitar jam 8 malam, karena aku harus siaran radio dulu. Nde. . .  gomawo eomonim. .”. Ada hal penting untuk dibicarakan? Tentang apa? Aku memang jarang sekali pulang, karena kesibukanku dan lagi pula orang tuaku memang mengurus bisnis pertanian kami Jepang. Mereka jarang sekali pulang kecuali ada acara keluarga atau bisnis disini. Tidak seperti In Young nuna yang sering mengunjungi eomonim dan aboji di jepang meskipun dia sudah menikah. Meskipun lelah, tapi aku memang sudah sangat merindukan suasana rumah. Oke aku mengkin memang sudah 30 tahun, tapi bukankah merindukan rumah itu wajar?

“Hyung, kau mau pulang? pulang ke Yeonshinae (nama daerah di Seoul)? Bukankah orang tuamu di Jepang Hyung” . Tanya Ryewook.

“Molla, ibuku bilang ada hal penting yang harus dibicarakan, lagi pula aku juga rindu dengan keluargaku”

“Rindu? Pria tua seperti hyung harusnya malu karena setua ini kau masih belum menikah, mereka pasti sudah menginginkan cucu darimu dan Eun Hee seperti yang diberikan In Young nuna… Iya kan??” Mulut pedas kyuhnyun menimpali.

‘pletak… ‘ kali ini aku memukulnya dengan tanganku. Anak ini kalau bicara memang seenaknya.
“Dasar, Leader kejam. . . . “ cibirnya.

***

Normal POV

Leeteuk sampai dirumah dan melihat ayah dan ibunya berkumpul di ruang keluarga, ternyata In Young dan suaminya HanKang juga ada, tapi seperinya mereka tidak membawa jagoannya-keponakanku yang sudah beranjak remaja itu kesini, padahal Leeteuk merindukan In Kang.

“Annyeonghaseo. .  semuanya, , mianhe aku datang terlambat, tadi ada sedikit kemacetan di jalan” Leeteuk menhampiri keluargany dan memeluk mereka satu-persatu. Ia merasakan kerinduan terhadap mereka.

“Duduklah. . aboji ingin bicara padamu.” Ayah Leeteuk memulai pembicaraan dan mereka mulai duduk. Suasana disini canggung sekali,
terasa aura kekhawatiran dari ibu, In Young, bahkan HanKang. Leeteuk semakin tidak mengerti ada apa sebenarnya? Ditengah begitu banyak pertanyaan yang ada di otaknya, ,

“Perusahaan kita sedang diambang kebangkrutan, beberapa proyek gagal, para investor menarik saham mereka dan gaji karyawan belum di bayarkan. Sejak gempa tahun lalu perusahaan harus merangkak untuk bertahan, dan sekarang  tidak mampu untuk melunasi hutang yang harus di bayar kepada investor” kata ayah Leeteuk.

“Bangkrut??? Hutang?? Kenapa Aboji tidak memberi tahuku? Aku Mungkin aku bisa sedikit membantu” Leeteuk berusaha tenang meskipun sebenarnya ia terkejut, selama ini yang ia tahu perusahaan ayahnya baik-baik saja.

“Ayahmu tidak ingin membebanimu Jungsoo~ah, dia tahu kesibukanmu. . jadi mengertilah.” Ibu Leeteuk menambahkan.

“Baiklah, kalian tidak usah khawatir. Aku tidak akan merasa terbebani, hanya saja aku sedikit kecewa kenapa aku tidak diberitahu soal ini. Ini beberapa kartu kreditku, dan sisanya aku akan bekerja keras. Akhir-akhir ini banyak tawaran untukku, sebelum aku wamil.” Leeteuk mengeluarkan beberapa kartu kredit dari dompetnya.

“. . . . “ semuanya terdiam.

“Wae?? Kenapa tidak di ambil? Kalian keluargaku, sudah sepantasnya aku membantu.” Ucap Leeteuk mulai sedikit emosi namun tetap tenang.

“Ambilah nak! Itu tidak akan cukup, , ,” Ayah Leeteuk menyodorkan kembali kartu-kartu kredit Leeteuk.

“Mwo??? Tidak cukup? Apa aboji meragukan isi tabunganku? Aku sudah bekerja keras selama lebih dari 10 tahun, dan isinya mungkin mencapai 10 milyar won. Apa itu tidak cukup? Hah? Memangnya berapa hutang perusahaan? Aku akan bekerja keras untuk melunasinya.” Ucap Leteuk dengan nada emosi yang tertahan, nafasnya naik turun tetapi dia tetap di tempat duduknya sambil memijat keningnya. Kenapa semuanya begitu berbelit-belit? Pikirnya.

“Sudahlah, Appa, eomma, tidak usah berbelit-belit. Jungsoo-ya, hutang perusahaan appa 500 milyar won, itu untuk kebutuhan yang tadi appa sebutkan. Dan appa mengingikanmu menikah dengan putri tunggal presdir Choi, pemilik CJ.corp” In Young berdiri karena tidak tahan dengan suasana yang berbelit-belit ini, ia juga kecewa mengapa hadur adiknya yang menanggung semua hutang perusahaan. Mencoba membantupun tidak akan berhasil, karena tabungan ia dan suaminya juga tidak sampai sebanyak itu.

“MWORAGO??? Aku? Menikah? Jelaskan padaku apa yang kalian rencanakan? Hah!!!” kali ini Leeteuk benar-benar tidak bisa menahan emosi, ia bangkit dari tempat duduknya.

“Duduklah nak. . . Presdir Choi adalah sahabat ayah dialah yang membantu ayah untuk mendirikan perusahaan di jepang, kau juga tahu itu. Saat ayah mengalami kebangkrutan, ayah sudah mencoba untuk meminjam uang ke beberapa bank dan beberapa investor tapi tidak ada yang mau menerima karena pinjamannya terlalu besar, bahkan dengan jaminan perusahaanpun. Mereka pesimis bahwa perusahaan akan bangkit seperti dulu karena kerusakan lahan pertanian sebagai sumber perusahaan akibat gempa dan tsunami terlalu besar. Ayah bingung harus meminjam kemana lagi. Jalan terakhir adalah Presdir Choi, ayah tahu dia pasti akan membantu. Kau tahu nak, betapa ayah malu meminta bantuan Presdir Choi lagi? Karena beliau tidak pernah mengharapkan balasan apapun dari bantuan yang diberikannya, sama ketika 20 tahun beliau meminjamkan modal untuk usaha kita, tidak pernah mengharapkan sedikitpun dari keuntungan yang kita peroleh dari perusahaan. Kali ini ayah ingin membalas budi baiknya lewat dirimu nak, anak ayah. . .” tutur ayah Leeteuk panjang lebar.

“Oh. . . jadi aboji menjualku? Ya. . .  tuhan. Ini benar-benar gila, apa ini sebuah lelucon? Aku, seorang Leader Super Junior berusia 30 tahun dijual ayahnya untuk memembayar hutang-hutang perusahaannya. Lucu sekali bukan?? Dengan siapa aku akan dinikahkan? Hah!!!!!” Nafas Leeteuk memburu, ia ingin meluapkan emosinya dengan meledak-ledak. Tapi kedewasaan membuatnya menahan amarah.
“Wanita yang tidak aku kenal,  buruk rupa, cacat mental atau wanita tua yang tidak laku?? Ckckck.. miris sekali, aku bekerja keras bukan untuk dinikahkan dengan wanita seperti itu. Kalian tahu aku sudah memiliki Eun Hee, aku mencintainya. Pokoknya, aku tidak akan menerima perjodohan konyol ini, . .”

“Kau harus menerimanya jika kau memang peduli terhadap keluargamu, perusahaan ini sudah ayah bangun dengan susah payah Jungsoo-ya. Satu hal, putri presdir Choi, sangat cantik dan pintar. Kau juga mengenalnya, dia Raemi, teman masa kecilmu sewaktu keluarga Choi masih tinggal di Yeonshinae” ucap ayahnya tegas.

“teman masa kecil? Raemi? 20 tahun sudah sangat lama aboji, aku sudah pasti tidak mengenalnya. Jual saja perusahaan, dan gunakan uang hasil penjualannya untuk membayar gaji karyawan. Aboji dan eommonim pindah ke sini dan aku yang akan menanggung biaya hidup kalian.” Usul Leeteuk.

“Bukan tentang hidup kami, tapi tentang hidup ratusan karyawan perusahaan. Jika perusahaan bangkrut, akan kemana mereka? Beberapa tenaga dari Indonesia dan Malaysiapun harus pulang kenegaranya sebelum sempat mengumpulkan uang untuk dibawa kepada keluarganya, belum lagi warga jepang, mencari pekerjaan pasca bencana kemarin sangat sulit karena banyak perusahaan yang bangkrut akibat kerusakan gempa dan tsunami. Tidak kah kau memikirkan itu anakku? Ayah mengerti posisimu, tapi tidak ada pilihan lain. . .!”

Apapun yang menyangkut kejidupan orang banyak, kesusahan, ia akan mudah tersentuh, hati malaikatnya tidak bisa mengabaikan kondisi seperti ini. Ayahnya benar, banyak yang akan kehilangan pekerjaan jika perusahaan benar-benar bangkrut. Tapi, bagaimana dengan perasaannya? Hatinya? Kisah cintanya dengan Eun Hee yang sudah berjalan hampir tiga tahun?

Leeteuk menghampiri ayahnya, ia berlutut di kaki ayahnya. “Aboji, tidak adakah cara lain untuk menyelamatkan perusahaan? Aku benar-benar tidak bisa meninggalkan Eun Hee, aku mencintainya, sangat mencintainya. Aku mohon. . . .” Leeteuk tidak bisa menahan air matanya, ini pertama kalinya ia bersujud di depan ayahnya, selama ini ia tak pernah meminta apapun yang berat, tapi kali ini, demi wanita yang amat dicintainya, ia rela melakukan apapun.

Ayah Leeteuk terkejut begitu juga dengan ibu dan kakaknya menangis melihat orang yang dicintainya sampai berlutut seperti itu, mereka tau Leeteuk tidak akan melakukan hal seperti itu bahkan ketika ia berhenti sekolah dan menjadi training di Sment untuk membantu perusahaan, untuk kedua kalinya Leeteuklah yang harus berkorban.

“Baiklah, , ,  jika itu keinginanmu. Mungkin memang sudah waktunya perusahaan kita bangkrut” ucap ayah Leeteuk lemas.

Leeteuk terkejut, tidak biasanya ayahnya mudah luluh, seperti bukan orang yang dikenalnya. Ada perasaan lega, namun ada perasaan bersalah berkecamuk didalam hatinya. Bagaimana nasib karyawan perusahaan??

Semua orang yang berada di ruang keluarga terkejut dengan keputusan ini termasuk Hankang, suami In Young.

“Sayang. . . bagaimana dengan nasib karyawan kita?” tanya ibu Leeteuk.

“Entahlah, lagi pula itu bukan urusan kita. Yang penting kita sudah membayar hak mereka” Ayah Leeteuk pergi meninggalkan ruang keluarga dengan wajah yang tersirat jelas lelah dan kecewa.

Ibu Leeteuk, menghampiri anak laki-lakinya itu dan duduk disampingnya. “Anakku sudah dewasa, ,  jika memang keputusan ini yang terbaik, eomma akan tetap mendukungmu nak” kedua ibu dan anak itu berpelukan. Ibunya tahu, saat ini anak bungsunya sudah dewasa dan matang, biar dia yang menentukan jalan hidupnya saat ini dan nanti, ia tidak bisa memaksa.

“Nde, , , eommonim. Gomawoyo. . .”

“Istirahatlah, kau pasti lelah. . .” ibunya melepaskan pelukan mereka.

“Aku akan pulang ke dorm saja, besok pagi aku ada latihan”

“Yasudah, eomma harus menemui ayahmu, mungkin beliau kecewa tapi eomma yakin ada jalan lain untuk mengatasi masalah ini” ibu Leeteuk meinggalkan ruang keluarga.

In Young dan Hankang menghapiri Leeteuk, “pikirkan baik-baik tentang hal ini Jungsoo-ah, pikirkan dampak bagi orang lain jika perusahaan benar-benar bangkrut. Semua keputusan ada pada dirimu, pikirkan tentang perjodohan ini, nuna tahu Raemi adalah gadis yang baik. .”

“Nde. . Nuna-ya”

“Kami pulang dulu, , annyeong” ucap Hankang.

Leeteuk POV

Aku melajukan Hyundai-ku dengan kecepatan tinggi, aku ingin menenangkan diri. Satu-satunya hal yang bisa membuatku tenang adalah gadis itu-Han Eun Hee, ratuku. Berada disampingnya membuatku melupakan semua penat yang kurasakan. Gadis itu terlalu berharga untuk diabaikan, aku tidak sanggup menyakitinya.

“Yeoboseo My Queen. . kau sudah pulang? Aku merindukanmu” aku memutuskan untuk menghubunginya terlebih dahulu.

“Aku baru pulang satu jam yang lalu, sekarang baru selesai mandi. Aku juga merindukanmu oppa. . aku menunggumu. .” terdengar suara lembut dari sebrang handphone-ku.
“baiklah, 10 menit lagi aku sampai di apartemenmu. . aku mencintaimu. . “ aku menutup handphonku setelah mendengar balasan dari sebrang sana,

Untungnya jalanan Seoul tidak terlalu padat malam ini, sekarang pukul 11 malah, kendaraan yang belalu lalang tidak terlalu padat.

I-Park Building (23.10 KST)

Aku langsung masuk kedalam tanpa memencet bel terlebuh dahulu karena aku memeng sudah tahu password apartemen ini, kulihat Eunhee sedang menghangatkan lasagna didalam microwave di dapur, kebiasaannya untuk makan menjelang tengah malam itu belum juga hilang, gadis itu tidak akan pernah takut gemuk karena makan saat akan tidur. Aku menghampirinya dan memeluknya dari belakang. Aku menyukai aroma tubuhnya, begitu manis dan menyegarkan. . ia menyukai wangi bunga lavender.

“Oppa, . .kau sudah datang, duduklah, , aku akan menyiapkan lasagna untuk kita” ujarnya sambil melepaskan pelukanku dan mengabil piring serta menaruhnya di meja makan.

“Baiklah ratu yang agung, aku akan segera duduk”

Kami makan seperti biasa, dia tertawa menceritakan betapa kikuknya ia ketika bertemu dengan Kang Sora di tempat pemotretan InStyle. Aku ingat bagaimana Eunhee memarahi Sora ketika pertama kali kami syuting WGM. Melihatnya tertawa lepas, mendengar ocehannya, mendengar ceritanya, semua ini semakin membuatku tak sangguap menyakiti gadis ini. Tuhan. . . apa yang harus kulakukan?

“Chagiaya” aku menatap matanya dalam. Ia sudah selesai bercerita.
“wae oppa? Kenapa kau menatapku seperti itu? Ada yang salah dengan wajahku?”

“molla. . . tapi kekasihku ini semakin cantik saja.” Ia tersenyum malu.

“Ummm. . Selesaikan makanmu, oppa ingin menonton DVD pavorit kita. . sudah lama kita tidak menontonnya” Lanjutku.

“bukankah kita sudah menontonnya berkali-kali oppa? Tapi memang The Proposal film yang bagus. Oppa langsung saja ke ruang TV. Aku akan membereskan piring-piring dulu.”

Di Ruang TV, setelah selesai menonton The proposal.

“Eun Hee~ya. . “

“Nde oppa…”

“Kau mencintaiku???” tanyaku.

“Tentu saja oppa, kenapa oppa menanyakan hal itu? Kita ini sudah berpacaran lebih dari 3 tahun. Oppa ini ada-ada saja. . huuu,,,” jawabnya sambil mengacak-ngacak rambutku.

Aku mencium keningnya, “hmm,,, kalau ada wanita yang memaksa ingin dinikahkan denganku? Kau bagaimana?”

“Mwo. . . hahahahha…. apa oppa tidak menyadari kalau banyak sekali gadis yang ingin menikah denganmu? Para ELF? Eo?? Ummm… aku tau kau tidak akan bisa hidup tanpa aku oppa… hehehehe”
***

Eun Hee POV

Hari ini aku akan bertemu dengan gadis yang akan dijodohkan dengan Leeteuk oppa di Lounge yang cukup elit di kota seoul. Aku sudah tahu semuanya, tentang perjodohan oppa dengan gadis bernama Choi Raemi ini. Dari artikel yang ku baca, ia adalah pewaris tunggal C.J Corp, jadi wajar saja jika ayahnya mampu meminjamkan uang yang tidak sedikit itu. Aku tidak mau menjadi orang yang egois, membiarkan orang-orang tidak punya pekerjaan dan kesusahaan. Sakit hati? Tiadak rela? Tentu saja. Aku mencintai Leeteuk oppa lebih dari apapun, aku tidak mau kehilangan dia. Saat ini aku sedang berusaha menemui gadis itu, gadis egois yang merebut oppa-ku. Mungkin dia akan sadar jika aku bicara atau mungkin memohon padanyanya. Ah. . ya. Gadis itu sudah datang, tas Gucci, sepatu Prada, stelan Mango. Belum lagi perhiasan Chanel yang bertengger di beberapa bagian tubuhnya, dari penampilannya saja sudah terlihat bahwa dia adalah gadis kelas atas. Tapi tunggu, tentu saja aku tidak jauh berbeda dengannya. Siapa yang tidak mengenal Han Eun Hee, actrees papan atas di korea ini??

“Annyeonghaseo. . . . “
“Oh. . Annyeonghaseo. Silahkan duduk Raemi-sii.” Jawabku mencoba untuk berbasa-basi.

“Kamsahamnida Eun Hee~sii. Langsung saja. Aku tidak ingin berbasa-basi. Apa tujuanmu menemuiku untuk memohon agar aku mengagalkan pernikahanku dengan Park Jung Soo yang tinggal seminggu lagi?” tanyanya.

“Ternyata kau pintar menebak Raemi-sii. Kau benar, aku ingin kau menggagalkan pernikahanmu dengan Leeteuk oppa. Aku adalah pacarnya selama tiga tahun, kau datang begitu saja dan menghancurkan hubungan kami. Sebenarnya apa yang kau inginkan nono Choi??” emosiku memuncak, gadis ini benar-benar sombong. Dia benar-benar gadis yang tidak punya perasaan. Apa dia benar-benar tidak akan melepaskan Leeteuk oppa?

***

Raemi POV

“Ternyata kau pintar menebak Raemi-sii. Kau benar, aku ingin kau menggagalkan pernikahanmu dengan Leeteuk oppa. Aku adalah pacarnya selama tiga tahun, kau datang begitu saja dan menghancurkan hubungan kami. Sebenarnya apa yang kau inginkan nono Choi??” Nada suaranya terdengar emosi, aku mengerti apa yang ia rasakan, sangat mengerti karena aku juga mrasakan hal yang sama jika aku kehilangan orang yang sangat aku cintai bahkan aku merasakannya selama 20 tahun, menunggunya selama 20 tahun.

 “apa yang aku inginkan? Tentu saja Park Jung Soo, siapa lagi. Jika kau berpikir aku tidak mencintainya, kau salah besar Eun Hee~sii. Aku mencintai Jung Soo jauh lebih lama sebelum kau mencintainya. Jika kau bertanya apa yang ku tahu tentangnya, aku tahu semua hal tentang Jung Soo bahkan lebih banyak dari yang kau tahu. Apa kau tahu kalau ia phobia suara ambulance, ia phobia melihat kecelakaan, bahkan ia depresi ketika kecelakaan yang menimpa super junior 5 tahu lalu Eun Hee~sii??? Ia phobia ambulance dari ia kecil, saat itu ia berumur 9 tahun dan aku 5 tahun, nenek dan kakeknya meninggal karena kecelakaan mobil, di sana ada Jung Soo, ia melihat semuanya, bagaimana kecelakaan mobil itu, bagaimana surat-surat dan uang yang ada di mobil kakeknya di curi orang dan itulah yang menyebabkan perusahaannya bangkrut pertama kali. Kau pikir siapa yang ada disana? Aku dan keluargaku yang membantu keluarganya bangkit lagi dan membangun perusahaan. Sekarang untuk kedua kalinya perusaahaan ayah Leeteuk diambang kehancuran, lagi-lagi aku dan keluargaku yang ada di sampingnya. Kau tahu, , , jika saja 20 tahun lalu aku tidak kembali ke LA, mungkin saat ini aku sudah bahagia bersamanya tanpa harus melihatnya bersusah payah dengan super junior. Kau tahu itu semua Eun Hee~sii???” aku menjelaskan panjang lebar semuanya agar gadis ini mengerti.

“Oke,. . mungkin apa yang kau bicarakan benar. Tapi itu dulu nona Choi. . sekarang dia mencintaiku, sangat mencintaiku. Bukan kau nona Choi” ia memberikan penekanan pada kata nona choi, tentu saja karena ia emosi.

“sekarang mungkin belum, tapi lihat saja, Park Jung Soo akan jatuh cinta padaku karena memang seharusnya begitu, bahkan dari dulu. . “

“Baiklah. . . sepertinya sia-sia saja bertemu dengan anda nona Choi. Selamat sore. . .!” gadis itu meninggalkanku dengan perasaan marah, maafkan aku Eun Hee~sii. Tapi cinta memang egois bagiku. .

“Yoon Hye, bisakah kau menghubung sekertaris No dan mengurus semua persiapan pernikahanku? Aku ingin pernikahanku dipercepat tiga hari lagi. Sebarkan undangan dan jangan lupa untuk menghubungi Gianno Molaro . bajuku harus lebih mewah dari baju Kate. . . Arra!!!”

To be continue~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s